Wibawa News


  • 11 April 2017 | 17:20 WIB
  • 00540 Kali Dilihat

Buah dan Sayur, Alternatif Hiasan Event Pengganti Bunga

 Buah dan Sayur, Alternatif Hiasan Event Pengganti Bunga
Teleconference TP-PKK Provinsi Jabar dengan Ibu Negara dalam rangka Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga dengan tema "Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia", di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Jalan Raya Tangkuban Perahu No. 517 Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (10/4). * humas jabar

KBB, (WN.net) -- Satu lagi gagasan unik dikemukakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan. Kali ini, ia menggagas ide untuk mengganti hiasan bunga hidup di acara-acara tertentu dengan hiasan dari buah-buahan dan sayuran segar. Bukan tanpa alasan, ide ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya konsumsi buah dan sayur, sekaligus sebagai peluang bagi peningkatan ekonomi petani buah dan sayur.

Ide tersebut diungkapkannya saat menjadi pembicara pada Teleconference TP-PKK Provinsi Jabar dengan Ibu Negara dalam rangka Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga dengan tema "Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia", di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Jalan Raya Tangkuban Perahu No. 517 Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (10/4).

Netty yakin banyaknya perhelatan masyarakat, seperti acara pernikahan dan sebagainya, dapat menjadi peluang yang sangat prospektif. Selain dapat mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi buah dan sayuran, dari aspek ekonomi akan mendorong petani untuk berlomba-lomba meningkatkan produksi dan kualitas produknya.

"Acara-acara masyarakat, termasuk acara-acara struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar sudah seharusnya mengangkat tema ini, sehingga masyarakat dapat teredukasi dengan dekorasi yang menggunakan sayur dan buah," papar Netty usai acara.

"Secara ekonomi ini bisa menjadi salah satu peluang bisnis baru, sedangkan secara medis akan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat," ucapnya.

Netty juga menegaskan, penggunaan sayur dan buah-buahan sebagai dekorasi ini tidak serta merta memupuskan usaha para petani bunga hias. Menurutnya, penggunaan buah dan sayuran maupun bunga dapat disesuaikan dengan segmen dan kebutuhan konsumen itu sendiri, karena ia yakin setiap masyarakat memiliki preferensi yang berbeda pula.

"Tentu tidak semuanya (digantikan). Saya yakin semua orang punya preferensi yang berbeda. Tidak mungkin pot sayur disimpan di meja, pasti perlu bunga yang kecil dan sederhana," ungkap Netty.

"Ini tidak ada urusan geser menggeser atau mengambil rezeki orang lain, tidak ada. Saya hanya ingin mengatakan bahwa pemerintah harus membangun pasar ideologis. Ini adalah salah satu caranya," tegasnya. * wnn

 

Berita Lainnya

  • Ekonomi
    11 Mei 2019 | 11:26 WIB

    Wabup Minta Izin Bagi Investor Jangan Dipersulit

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Bupati (Wabup) Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengimbau para investor yang akan berinvestasi di wilayah Kabupaten Bandung untuk memaksimalkan potensi daerah setempat. Hal itu disampaikan Gun Gun ...

  • Ekonomi
    11 April 2019 | 09:00 WIB

    Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Wisata Halal

    SOREANG, (WN.net) -- Kabupaten Bandung meraih penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, kepada Kepala Dinas Pariwisata dan ...

  • Ekonomi
    01 Maret 2019 | 13:23 WIB

    Agus Makmur: PTSL Tidak Ada Unsur Politis

    SOREANG, (WN.net) -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, H. Agus Makmur Santosa. S.Kom., MM., memastikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tidak ada unsur politis. Namun tidak menutupkemungkinan di ...

  • Ekonomi
    20 Februari 2019 | 09:08 WIB

    Bisnis Online di Kabupaten Bandung Cukup Marak

    SOREANG, (WN.net) - Bisnis melalui media online di Kabupaten Bandung saat ini terhitung cukup marak, baik berupa penjualan barang dan jasa atau kuliner, terutama usaha kecil menengah (UKM). Hal itu diakui ...

  • Ekonomi
    18 Februari 2019 | 14:47 WIB

    Harinya Cicilan Nasional, Adira Merdekakan Konsumen dari Utang

    BANDUNG, (WN.net) -- Salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, Adira Finance, kembali menggelar program menguntungkan bagi konsumennya bertajuk Harinya Cicilan Lunas (Harcilnas). “Konsumen kami anggap sebagai mitra. Lewat Harcilnas, kami ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net