SOREANG, (WN.net) -- Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, SH.,M.IP., meminta pada pemerintah pusat, yakni Kementrian Koperasi (Kemenkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI untuk memperbolehkan penjualan gas bersubsidi oleh koperasi.
"Saya harap pemerintah pusat bisa melibatkan koperasi dalam penjualan gas bersubsidi. Sasarannya tentu saja untuk kesejahteraan rakyat," kata Dadang, usai acara Launching 543 Koperasi Wanita Kabupaten Bandung, yang berpusat di Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Kamis (8/6).
Dadang menuturkan, kehadiran Kemenkop dan UKM dalam mendukung pertumbuhan koperasi di Kabupaten Bandung saat ini harus betul-betul terimplementasi di lapangan.
Menurutnya, jika terlaksana penjualan gas bersubsidi oleh koperasi seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), harganya tidak akan semahal saat dijual oleh pengusaha besar.
"Jika terealisasi penjualan gas bersubsidi oleh koperasi, saya yakin kesejahteraan akan meningkat. Harga gas 3 kilo yang aslinya 16.500, bisa maksimal dijual Rp20.000," ucap Dadang.
Dadang menduga ada mafia dalam penjualan gas bersubsidi, sehingga harga gas jatuhnya ke pengecer lebih mahal.
Dia mengungkapkan, harapan tersebut harus didukung pula oleh semua pihak, seperti yang sudah dilakukan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). Ke depan, Forum Camat pun, kata dia, harus mengambil peran.
"Apdesi sudah sangat mendukung dengan terbentuknya 543 koperasi wanita. Untuk ke depannya, saya minta Forum Camat turut mengambil peran memberikan kotribusi, khususnya membina Pemdes agar bisa membangun sistem perekonomian tingkat desa yang mumpuni,” tegasnya.
Bupati menegaskan, Kabupaten Bandung pada kesempatan tersebut menjadi daerah yang pertama kali mencanangkan 543 koperasi wanita di Indonesia oleh Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) di bawah Kemenkop UKM.
Sekretaris Kemenkop UKM RI, Ir. Agus Muharam, mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu terkait penjualan gas bersubsidi, dengan pihak Pertamina. Dia menyambut baik harapan Bupati, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan.
"Kami akan koordinasikan dulu dengan Pertamina dan pihak terkait lainnya. Namun pada dasarnya, kami apresiasi tujuan Bupati itu, yaitu bertujuan menyejahterakan perekonomian rakyat," tutur Agus.
Agus Muharram mengatakan, pencanangan 543 koperasi wanita yang masuk dalam Rekor Museum Indonesia (Muri) tersebut, diharapkan bisa dibangun juga di daerah lain di Indonesia.* deddyra
