BANDUNG, (WN.net) -- “Think Investment, Think West Java," merupakan tema yang sangat tepat diangkat pada 'West Java Investor Forum,' yang dihadiri jajaran Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), Islamic Development Bank (IDB), para Pimpinan Group Businessman Forum "THIQAH", serta para investor atau calon investor dari sejumlah negara Timur Tengah, negara-negara anggota OKI dan ASEAN, untuk saling mengenal terkait peluang bisnis di Jawa Barat.
Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, menambahkan Jabar merupakan surga investasi di Indonesia. Pemprov pun memiliki visi besar ke depan untuk mewujudkan Provinsi Jabar sebagai lokasi penanaman modal terbaik di Asia Tenggara tahun 2025.
"Ada beragam faktor yang menjadikan Jabar memiliki daya tarik yang begitu memikat bagi para investor. Salah satunya, Provinsi Jabar memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar, bahkan terbesar di Indonesia," katanya di hadapan para peserta forum yang digelar di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22 Bandung, Jumat (6/9).
"Oleh sebab itu, melalui ajang West Java Investor Forum hari ini, kami mengundang para investor dari negara-negara Timur Tengah, Negara-Negara ASEAN dan Anggota OKI lainnya, untuk menjadi bagian dari pelaku bisnis di Jabar, mulai dari manufaktur, konstruksi, pertanian hingga pariwisata," ajaknya.
Alwi Shihab, selaku Utusan Khusus Presiden RI untuk Negara-Negara Timur Tengah dan Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar sangat membantu, dalam memfasilitasi semua apa yang diinginkan investor. Ia pun berharap forum ini bisa menjadi jembatan untuk bisa mengetahui lebih lanjut, karena Jawa Barat adalah tempat investasi yang baik.
Alwi pun menyebutkan, IDB selaku lembaga keuangan internasional memiliki anggaran USD 5 miliar untuk diinvestasikan. Anggaran tersebut juga berpeluang untuk digunakan di beberapa proyek strategis di Jabar.
Dia menekankan, negara-negara di Timur Tengah cukup tertarik untuk berinvestasi di Jawa Barat. Alwi mengungkapkan bahwa dari segi budaya, hingga potensi sumber daya alamnya, menjadi keunggulan tersendiri.
"Jabar adalah tempat yang mereka minati dari kultur, lebih dekat ke jiwa orang Timur Tengah, ketimbang investasi di Bali. Ini keunggulan harus ditunjukan," tambah Alwi.
"Sekarang kita bersama-bersama Pemda memberi penjelasan apa saja yang menjadi prioritas dan diberikan pada investor, dalam rangka memuluskan rencana mereka," imbuh Dia.
CEO Islamic Corporation for the Development, Khaled Al Aboodi, menuturkan pertumbuhan ekonomi di Jabar cukup menggairahkan. Dia sangat meyakini, pengusaha asal Timur Tengah bisa menanamkan modalnya di sejumlah proyek di Jabar.
"Pertumbuhan ekonomi yang sedang terjadi di Jabar sangat bagus dalam investasi. Saya pikir ini bisa dimanfaatkan oleh negara-negara di Timur Tengah untuk lebih berani menanamkan investasi di Jawa Barat," pungkas Khaled.* wnn
