BANDUNG, (WN.net) -- DPRD Jawa Barat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambah jumlah ruang inap di setiap rumah sakit rujukan. Hal ini penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bachri, mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan kamar inap. Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Dari hasil pemantauan kita di beberapa rumah sakit rujukan dan hasil audiensi dengan masyarakat di daerah, diketahui bahwa masyarakat banyak yang kesulitan untuk mengakses kamar inap. Tentunya ini satu hal yang sangat memprihatinkan," kata Syamsul di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (7/3).
Syamsul berharap penambahan sekitar 500 kamar inap di setiap rumah sakit rujukan. Jumlah ini pun tergolong minim jika dibanding kebutuhan.
"Saya kaget lihat di rumah sakit banyak pasien, banyak yang tidak mendapat kamar. Bahkan mereka ditempatkan di lorong. Ini perlu perhatian, pemerintah harus menanggulangi, jangan sampai ada pasien yang ditempatkan di lorong," sesalnya.
Lebih lanjut Syamsul katakan, saat ini di Jabar terdapat delapan rumah sakit rujukan, antara lain RS Hasan Sadikin Bandung, RS Gunung Jati Cirebon, RS Samsudin Sukabumi, RS Slamet Garut. Namun, rumah sakit tersebut masih banyak mengalami keterbatasan, sehingga mengurangi kualitas pelayanan pada masyarakat.
"Penambahan kamar inap ini sangat penting, sehingga pasien dari daerah pun tidak tertuju pada satu rumah sakit saja. Hal seperti ini yang mengakibatkan terjadinya penumpukan pasien. Akibatnya, banyak pasien yang tidak terlayani," katanya seraya menyebut pemerintah pun perlu melengkapi fasilitas dan teknologi rumah sakit serta menambah jumlah rumah sakit itu sendiri. * ajat dw
