BANDUNG, (WN.net) – Provinsi Jawa Barat akan bisa memiliki di Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) terpadu dan modern pertama di Indonesia, jika TPPAS Nambo dan TPPAS Legok Nangka selesai dibangun. Hal ini diutarakan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), di Gedung DPRD Jabar, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Jumat (11/3).
Aher mengungkapkan hal tersebut usai dirinya menyampaikan pendapatnya sebagai Gubernur Jabar, terkait Raperda Perubahan atas Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah di Jawa Barat yang kini telah disahkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar.
“Pada saatnya nanti ini penanganan sampahnya dilakukan secara modern, kita (Jabar) ini yang pertama di Indonesia. Insha Allah, Nambo dan Legok Nangka menjadi (TPPASA) pertama dalam sejarah Indonesia ada penanganan sampah secara terpadu – lewat teknologi modern dan ramah lingkungan,” ungkap Aher usai Rapat Paripurna.
Pihak Pemprov Jabar terus mendorong dan bergerak cepat untuk menyelesaikan kedua TPPAS tersebut. Aher mengatakan hingga saat ini TPPAS Regional Nambo, Kabupaten Bogor, masih dalam proses tender yang akan selesai dalam dua minggu ke depan, sedangkan TPPAS Legok Nangka yang berlokasi dua daerah administratif, yakni di Kab. Garut dan Kab. Bandung telah sampai pada proses pembangunan akses jalan menuju lokasi TPPAS.
Aher menambahkan bahwa persoalan sampah, sanitasi, dan air akan berdampak pada kesehatan dan lingkungan masyarakat. Untuk itu, Aher meminta kepada pemerintah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat di Jabar agar tetap menjaga lingkungan dan air agar tetap bersih, serta menjadikan hal tersebut program super unggulan di daerahnya.
“Jadi kalau kita berhasil menyelesaikan persoalan sampah, berhasil membangun sanitasi yang ideal, berhasil menjaga air dengan baik – itu sama dengan menjaga kesehatan dan kehidupan juga menghemat anggaran yang sangat luar biasa signifikan penghematannya,” tutur Aher. * ajat dw
