ARIA PRATAMA, bocah 10 tahun asal Karawang, Jawa Barat, kini mendapat banyak perhatian. Hal ini, mengingat berat tubuhnya mengalami perkembangan yang luar biasa, tidak sesuai dengan usianya.
Setiap orang tentu menginginkan memiliki bentuk tubuh yang ideal, tidak hanya orang dewasa tapi juga bagi anak-anak. Dengan melihat fenomena seperti sekarang ini banyak sekali anak-anak yang memiliki berat badan melebihi dari kapasitas pada umumnya seorang anak, atau sering disebut dengan obesitas. Obesitas itu sendiri merupakan keadaan seseorang dengan memiliki berat badan di atas normal yang dijadikan tolak ukurnya adalah penyesuaian antara tinggi badan dan berat badan. Tapi untuk anak-anak bisa dilihat ketika berat badan 20% atau lebih di atas normal.
Penyebab obesitas itu sendiri adalah karena asupan kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Dalam hal ini, pada intinya seseorang lebih banyak makan dibandingkan melakukan olahraga setiap harinya. Selain dari pada itu obesitas, bisa disebabkan oleh faktor lainnya di antaranya adalah sebagai berikut.
• Faktor Genetik
Obesitas yang terjadi pada anak kecil cederung banyak dipengaruhi oleh faktor genetik atau karena faktor keturunan. Bisa Anda perhatikan jika salah satu dari orangtua mereka memiliki berat badan di atas normal atau obesitas, maka tidak menutupkemungkinan keturunan atau anaknya berpotensi 75% terkena obesitas.
• Faktor Usia
Penyebab obesitas pada anak selanjutnya adalah karena faktor usia. Pada umumnya obesitas memang secara umum banyak terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia tua. Namun dalam kenyataan sekarang ini banyak anak usia dini mengalami obesitas. Hal itu dikarenakan kemampuan tubuh memetabolisme makanan mengalami ketelambatan.
• Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan juga memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya obesitas pada anak. Faktor lingkungan ini meliputi gaya hidup atau kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Seperti segala sesuatu yang mereka makan setiap hari tanpa adanya pengawasan yang dilakukan orang disekitarnya atau orang tua.
Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak
• Memperhatikan Makanan yang akan Diberikan kepada Anak
Salah satu upaya yang sangat penting dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak adalah dengan cara mengawasi asupan makanan pada anak. Di antaranya kurangi mengonsumsi makanan cepat saji, makanan dan minuman dalam kemasan. Sebaiknya memberikan makanan dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu yang baik untuk menunjang pertumbuhan pada anak dengan baik.
• Tetapkan Aturan Makan pada Anak
Dalam hal ini anak-anak memang lebih banyak ketika makan di depan TV tidak di meja makan. Sebaiknya Anda mencoba untuk mengajarkan kepada anak untuk makan tidak di depan komputer atau TV karena itu akan semakin membuat nafsu makan anak menjadi tidak terkotrol.
• Memperbaiki Teknik Mengolah Makanan
Usahakan hindari makanan yang cara pengolahannya digoreng karena itu tidak baik untuk pertumbuhan anak. Sebaiknya makanan yang akan Anda berikan kepada anak Anda semuanya bersifat dikukus, merebus atau memanggang itu justru lebih baik. * kesehatan
ARIA PRATAMA, bocah 10 tahun asal Karawang, Jawa Barat, kini mendapat banyak perhatian. Hal ini, mengingat berat tubuhnya mengalami perkembangan yang luar biasa, tidak sesuai dengan usianya.
Setiap orang tentu menginginkan memiliki bentuk tubuh yang ideal, tidak hanya orang dewasa tapi juga bagi anak-anak. Dengan melihat fenomena seperti sekarang ini banyak sekali anak-anak yang memiliki berat badan melebihi dari kapasitas pada umumnya seorang anak, atau sering disebut dengan obesitas. Obesitas itu sendiri merupakan keadaan seseorang dengan memiliki berat badan di atas normal yang dijadikan tolak ukurnya adalah penyesuaian antara tinggi badan dan berat badan. Tapi untuk anak-anak bisa dilihat ketika berat badan 20% atau lebih di atas normal.
Penyebab obesitas itu sendiri adalah karena asupan kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada kalori yang dibakar. Dalam hal ini, pada intinya seseorang lebih banyak makan dibandingkan melakukan olahraga setiap harinya. Selain dari pada itu obesitas, bisa disebabkan oleh faktor lainnya di antaranya adalah sebagai berikut.
• Faktor Genetik
Obesitas yang terjadi pada anak kecil cederung banyak dipengaruhi oleh faktor genetik atau karena faktor keturunan. Bisa Anda perhatikan jika salah satu dari orangtua mereka memiliki berat badan di atas normal atau obesitas, maka tidak menutupkemungkinan keturunan atau anaknya berpotensi 75% terkena obesitas.
• Faktor Usia
Penyebab obesitas pada anak selanjutnya adalah karena faktor usia. Pada umumnya obesitas memang secara umum banyak terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia tua. Namun dalam kenyataan sekarang ini banyak anak usia dini mengalami obesitas. Hal itu dikarenakan kemampuan tubuh memetabolisme makanan mengalami ketelambatan.
• Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan juga memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya obesitas pada anak. Faktor lingkungan ini meliputi gaya hidup atau kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Seperti segala sesuatu yang mereka makan setiap hari tanpa adanya pengawasan yang dilakukan orang disekitarnya atau orang tua.
Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak
• Memperhatikan Makanan yang akan Diberikan kepada Anak
Salah satu upaya yang sangat penting dilakukan orangtua untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak adalah dengan cara mengawasi asupan makanan pada anak. Di antaranya kurangi mengonsumsi makanan cepat saji, makanan dan minuman dalam kemasan. Sebaiknya memberikan makanan dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu yang baik untuk menunjang pertumbuhan pada anak dengan baik.
• Tetapkan Aturan Makan pada Anak
Dalam hal ini anak-anak memang lebih banyak ketika makan di depan TV tidak di meja makan. Sebaiknya Anda mencoba untuk mengajarkan kepada anak untuk makan tidak di depan komputer atau TV karena itu akan semakin membuat nafsu makan anak menjadi tidak terkotrol.
• Memperbaiki Teknik Mengolah Makanan
Usahakan hindari makanan yang cara pengolahannya digoreng karena itu tidak baik untuk pertumbuhan anak. Sebaiknya makanan yang akan Anda berikan kepada anak Anda semuanya bersifat dikukus, merebus atau memanggang itu justru lebih baik. * kesehatan
