Wibawa News


  • 15 Juli 2016 | 21:49 WIB
  • 00371 Kali Dilihat

Kadinkes Jabar: Vaksin Palsu, Pemerintah Merasa Sakit Hati

 Kadinkes Jabar: Vaksin Palsu, Pemerintah Merasa Sakit Hati
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, dr. Alma Lucyati. * ist.

BANDUNG, (WN.net) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Alma Lucyati, mengatakan selayaknya para orangtua yang anaknya terkena musibah vaksin palsu, pemerintah merasa sakit hati dan prihatin sekali.

“Orangtua dan pemerintah ini dua-duanya korban dari segelintir orang yang mementingkan keuntungan semata,” katanya. 

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jabar bergerak cepat merespon pengumuman Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek, yang memublikasikan nama-nama rumah sakit penerima vaksin palsu dalam rapat kerja dengan Komisi IX Bidang Kesehatan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7).

Alma mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu di Pusat, yang terdiri atas Kementerian Kesehatan, Bareskrim, BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi. Diskes Jabar juga sudah melayangkan surat kepada 13 rumah sakit di Bekasi yang disebut sebagai penerima vaksin palsu untuk segera mendata nama-nama pasien imunisasi. 

Selain itu, pihaknya sedang mengecek kesiapan stok vaksin dari dinas kesehatan provinsi, kota, dan kabupaten untuk dibantukan ke rumah sakit tersebut. 

“Jika umurnya masih masuk, kita imunisasi ulang. Tetapi jika sudah lewat, kita akan berikan imunisasi lanjutan,” jelasnya di Bandung, Jumat (15/7). 

Ini merujuk pada arahan Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek, pada jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (24/6), anak yang mendapat vaksin palsu seharusnya kembali diimunisasi, sebab mereka yang mendapat vaksin palsu tentu tidak mendapat manfaat kebal terhadap suatu penyakit. 

Alma menyebutkan masyarakat tidak perlu khawatir dengan keaslian vaksin yang ada sekarang di rumah sakit, karena dijamin keasliannya. 

“Dari sejak ada kabar mengenai vaksin palsu, Pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk membekukan distribusi semua stok vaksin yang non pemerintah. Sedangkan vaksin yang sekarang tersedia (terutama di rumah sakit pemerintah) adalah yang buatan pemerintah serta terjamin keaslian dan mutunya,” kata Alma.

Lebih lanjut mengenai Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu, Alma menyebutkan ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam penanganan kasus vaksin palsu.

“Satgas ini bertujuan antara adalah mencari sampai tuntas pengedar, penyalur, pembuat karena yang paling tahu saat ini di mana saja daerah pergerakan mereka. Jadi kita bisa melakukan tindakan yang diperlukan di daerah penyebaran vaksin palsu tersebut,” katanya. 

Menurut data dari Diskes Jabar, ada 44 RSUD di Jabar dan 270 rumah sakit swasta. Sebanyak 13 dari 14 rumah sakit swasta yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan, berlokasi di Bekasi, Jabar. * ajat dwhttps://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net