Wibawa News


  • 21 Juli 2016 | 11:42 WIB
  • 00649 Kali Dilihat

Makanan Bekal Sekolah Harus Praktis, Sehat, Bergizi

 Makanan Bekal Sekolah Harus Praktis, Sehat, Bergizi

MASA sekolah telah dimulai. Membekali anak ke sekolah dengan makanan merupakan tindakan bijaksana. Selain mencukupi kebutuhan gizi, bekal makanan merupakan cara menghindari jajanan yang belum tentu sehat. Makanan bekal dapat berupa snack atau makanan lengkap dalam porsi kecil. Kandungan gizi makanan bekal sebaiknya sekitar 300 kal, 5-7 g protein.

Maraknya penggunaan zat kimia berbahaya dalam makanan jajanan, seperti pewarna, pemberi rasa, hingga pengawet perlu diwaspadai. Salah satu cara agar anak terhindar dari makanan jajanan yang tidak sehat adalah membekali anak dengan makanan bekal. Bekal sekolah juga mendidik anak untuk berlaku tidak boros dan mampu mendekatkan hubungan dengan orangtua. Dengan dibekali, anak merasa lebih diperhatikan dan tertanam nilai-nilai kasih sayang di dalamnya.

Banyak kasus keracunan makanan, anak menderita cacingan dan penyakit gangguan pencernaan seperti diare disebabkan oleh konsumsi makanan jajan tidak sehat. Kontrol orangtua harus dilakukan terhadap kebiasaan makan anak. Mengingat usia anak sekolah antara 6-12 tahun adalah masa pertumbuhan, di sisi lain anak belum punya cukup pengetahuan untuk memilih makanan sehat bagi dirinya. Peran orangtua sangat penting agar tumbuh kembang anak optimal dan si buah hati terhindar dari penyakit akibat.makanan yang tidak sehat.

Spesialis gizi dari FKUI, Dr. Luciana B sutanto, MS.SpGK., menyatakan jika sekolah tidak menyediakan makan yang terjamin kesehatan dan kebersihannya, makanan bekal perlu diberikan. Terutama jika jam sekolah anak lebih dari 4-5 jam. Orangtua juga harus memperhatikan jadwal mata pelajaran anak. Jika hari olah raga tiba, makanan bekal menjadi semakin penting karena anak memerlukan lebih banyak energi untuk aktivitasnya.
Makanan bekal harus sesuai dengan jadwal makanan anak dan kebutuhan gizinya. Jika lama anak di sekolah lebih daripada 5 jam, berarti anak ada dua kali jeda istirahat. Jika ada dua kali istirahat, sebaiknya disiapkan dua jenis bekal. Pada istirahat pertama cukup di berikan makanan ringan atau snack. Snack sebaiknya dibuat dari bahan yang mengandung unsur gizi lengkap, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Contoh menunya adalah mini pizza, pastel isi telur atau kroket daging.

Pada istirahat ke dua, bekali anak dengan makanan yang cukup mengenyangkan karena biasanya sudah waktunya makan siang. Agar praktis, Dr. Luciana menyarankan untuk memilih hidangan sepinggan, yaitu satu hidangan namun lengkap dan padat gizi. Selain praktis dalam menyiapakannya, hidangan sepinggan juga mencukupi kebutuhan gizi anak. Contoh menunya adalah spaghetti dengan topping daging atau ikan dan sayuran, nasi goreng lengkap, macaroni schotel, mie goreng ayam, dan sayuran atau sandwich yang berisi daging dan sayuran. Selain semua zat gizi terpenuhi, sarat makanan bekal harus praktis dan mudah dalam menyediakannya. Mengingat pagi hari merupakan waktu yang pendek, karena orangtua juga harus pergi bekerja.

Makanan bekal juga harus mengenyangkan. Rasa kenyang bisa dipenuhi dari unsur karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, pasta atau mie. Jangan lupa membekali anak buah dan minuman, baik berupa air putih, susu atau jus. Ini penting agar semua kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Masa anak-anak adalah usia pertumbuhan, seperti pada organ pencernaan. Fungsi organ pencernaan belum sepenuhnya maksimal, karenanya pilih makanan bertekstur lunak sehingga mudah dicerna. Hindari daging dengan potongan besar, sebaiknya daging di cincang atau pilih daging ayam atau ikan karena teksturnya lebih lunak. Jangan menggunakan bumbu terlalu tajam pada makanan seperti cuka, cabai, dan lada karena bumbu ini seringkali mengganggu sistem pencernaan anak.

Pada prinsipnya kebutuhan nutrisi anak sama dengan kebutuhan gizi orang dewasa. Tetapi perlu diingat, masa pertumbuhan memerlukan nutrisi ekstra terutama protein. Kebutuhan protein bisa dipenuhi dari daging, telur, ikan, susu, kacang-kacangan, dan hasil olahannya. Sedangkan karbohidrat dan lemak penting sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Karbohidrat bisa diperoleh dari bahan pangan seperti beras, roti, mie, pasta, tepung-tepungan, jagung, ubi-ubian. Untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh anak, perlu mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup. Vitamin dan mineral banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran.

Agar Makanan Bekal Disukai Anak

1. Ajak anak untuk berdiskusi dan menentukan menu bekal mereka. Dengan cara ini anak menjadi bertanggung jawab dengan pilihannya. Ia puas karena merasa terpenuhi dan bekal sesuai dengan keinginannya.

2. Variasikan makanan agar anak tehindar dari kebosanan. Usahakan jangan sama setiap harinya. Perkaya pengetahuan makanan Anda dengan membaca buku makanan bekal yang banyak dijual.
3. Jangan terlalu banyak membekali snack yang bercita rasa manis. Jenis makanan ini bersifat mengenyangkan sehingga anak tidak napsu makan lagi ketika waktu makan tiba.
4. Anak biasanya tertarik dengan penampilan makanan yang menarik. Usahakan makanan dibentuk semenarik mungkin dan beri sentuhan garnis agar selera makan anak meningkat. * mutiarakeluarga

Berita Lainnya

  • Kesehatan
    02 Mei 2019 | 08:05 WIB

    Pasca SMA Ditarik ke Provinsi, Target Bulan Dana PMI Tak Terkejar

    SOREANG, (WN.net) -- Bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung tahun ini tidak memenuhi target, salah satunya karena PMI kehilangan kontribusi sumbangan cukup besar dari institusi sekolah, khususnya setelah ...

  • Kesehatan
    01 Desember 2018 | 20:02 WIB

    Marlan: Data Stunting Kemenkes Tidak Valid

    SOREANG, (WN.net) -- Kasus stunting di Kabupaten Bandung sempat menyeruak karena sudah menyebar di 10 desa dari 8 kecamatan sebagaimana disampaikan data Kementerian Kesehatan. Menanggapi hal itu, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan ...

  • Kesehatan
    17 Juli 2018 | 14:25 WIB

    Pertengahan 2020, RSUD Soreang Harus Sudah Gunting Pita

    SOREANG, (WN.net) -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, akan segera dibangun.  Saat ini pembangunan proyek RSUD Soreang dalam tahap proses lelang.  Sedangkan lokasi yang berada di Cingcin, ...

  • Kesehatan
    24 Januari 2018 | 17:05 WIB

    Raperda Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa Akhirnya Disahkan

    BANDUNG, (WN.net) -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat saat ini sedang membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa. Raperda tersebut diketahui telah disusun sejak tahun ...

  • Kesehatan
    12 Januari 2018 | 22:48 WIB

    Aher Resmikan RSIA Brawijaya, Kota Depok

    DEPOK, (WN.net) -- Usai meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Brawijaya di Sawangan, Kota Depok, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta semua layanan dan fasilitas rumah sakit bisa ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net