SOREANG, (WN.net) -- Setelah beberapa kali tertunda dari jadwal penyelesaian pembangunan, proyek Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja), akhirnya tol anyar Kota Bandubg dan Soreang itu diresmikan Preaiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi), Senin (4/12).
Peresmian yang berlangsung singkat itu berlangaung di pintu keluar Soreang atau sekitar satu setengah kilo meter dari Kompleks Pemkab Bandung.
Jokowi didampingi Sekertaris Negara, Mentwri PU PR, Menteri BUMN, dan menteri lainnya meresmikan Tol Soroja sekitar pukul 13.30 WIB, beberapa jam setelah menyerahkan 10 ribu sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Bandung.
Usai peresmian, Jokowi dengan menaiki mobil Persib langsung menuju Lanud Husen Sastranegara untuk kembali ke Jakarta, menggunakan tol sepanjang 10.57 km itu. Kemudian diikuti sejumlah menteri kabinetnya, para pejabat Provinsi Jawa Barat, serta para tamu undangan. Usai rombongan presiden, kemudian sejumlah kendaraan pribadi pun dipersilahkan masuk Tol Soroja.
Namun peresmian pembangaunan Tol Soroja yang terkesan lamban ini diperkirakan belum bisa digunakan masyarakat, karena belum terkoneksi jaringan.
Tidak heran, beberapa saat setelah peresmian dan keletika sejumlah pengendara dipersilakan lewat Tol Soroja, ternyata balik lagi. Seperti diakui salah seorang pengendara roda empat, terpaksa harua balik lagi. Alasannya, menurut petugas tol sebagaimana dikutip pengendaraan tersebut, karena belum terkoneksi dengan jaringan Purbaleunyi.
Hasil pemantauan, beberapa ruas akses jalan ke luar tol yang nilai investasinya Rp1,765 triliun ini, seperti di sekitar Cingcin, ternyata belum rampung.
Dalam peresmiannya, Presiden Jokowi mengungkapkan, dengan diresmikannya jalan Tol Soroja ini bisa mendongkrak perekomian masyarakat Kabupaten Bandung. Dengan adanya Tol Soroja jarak yang sebelumnya jauh ditempuh akan menjadi dekat. Selain itu, bisa mengurai kemacetan di lokasi-lokasi tertentu.
“Tol Soroja ini adalah akses menuju kesenjangan perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung khususnya di jalur Selatan. Dengan demikian diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat secara menyeluruh,” tegas Jokowi
Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bandung menilai, jalan tol tersebut sangat bermanfaat bagi para pengunjung yang akan berwisata ke daerah Ciwidey dan sekitarnya.
"Sementara bagi warga yang ada di sekitar Kopo, Sayati, atau Katapang, itu tidak begitu penting karena bila ingin ke Kota Bandung atau ke Ciwidey tidak perlu menggunakan Tol Soroja," jelas Dadan Konjala. Bahkan, lanjut anggota dewan dari Fraksi PDIP ini, adanya tol diperkirakan tidak akan mengurai kemacetan di sekitar Kopo Sayati.
Selain itu, bila fasilitas penyambung tidak segera dibangun, akan terjadi beberapa titik kemacetan, seperti di Soreang, Cangkuang, dan Banjaran. Karena itu, ia berharap ruas-ruas jalan sambung atau gerbang tembus Cicalengka segera dibangun.* deddyra
