SOREANG, (WN.net) -- Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, sempat merasa tidak percaya dan kaget bila angka pengangguran di Kabupaten Bandung turun drastis.
"Tadinya saya sempat kaget dan tidak percaya angka pengangguran saat ini turun drastis," kata Dadang kepada wartawan, usai pembukaan Job Fair Bursa Kerja tahun 2017 tingkat Kabupaten Bandung, di Lapangan Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Selasa (12/12).
Menurut Dadang, dari data BPS angka pengangguran di Kabupaten Bandung turun terus. Dari angka 11 % beberapa tahun lalu, turun menjadi 8%, kemudian sekarang turun jadi 4,03% dan pada akhir Agustus 2017 turun lagi jadi 3,92%.
"Saat turunnya ke posisi 4,03, saya tidak percaya. Saya curiga takut ada mark up. Setelah saya hadirkan Bappeda dan Dinas Tenaga Kerja, ternyata benar pengangguran turun drastis," kata Dadang, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, H.U. Rukmana.
Turunnya angka pengangguran, kata Dadang, diakibatkan motivasi seluruh elemen dan seluruh dinas terkait, termasuk kaitan interprenership yang naik, investasi yang masuk tinggi, dan kesiapan serta keterbukaan tenaga kerja juga tinggi.
"Kita bertahan di angka itu, juga sudah bagus. Artinya, angka pengangguran kita turunkan terus dan kita naikkan angka kesejahteraanya, yang angka kesejehtreraan atau angka kemiskinan masih di angka 7 %. Tukang lotek, petani, juga kita data. Mereka tidak nganggur, punya status tenaga kerja," jawab Dadang.
Untuk menyerap angka tenaga kerja, Dadang berharap bisa terus dimotivaai oleh dinas terkait. Misalnya produk makanan atau pertanian supaya ditingkatkan, baik kualitas maupun kemasannya, serta kualitas rasa dan klasternya ditingkatkan agar bisa bersaing di pasar internasional.
"Ini bisa menyerap tenaga kerja, meski di industri kecil UMK (upah minimum kabupaten) masih di bawah, karena kita masih ada toleransi tidak memberlakukan UMK dan UMK untuk industri besar," tuturnya.
Dalam sambutannya, Dadang Naser sempat mengatakan rasa nasionalisme bangsa ini masih "buyar". Ini karena masyarakat Indonesia masih bangga terhadap produk luar negeri, bukan bangga pada produksi bangsanya sendiri.
"Maaf rasa nasionalisme sebetulnya masih buyar, masyarakat masih bangga pada produk luar negeri, bukan bangga pada produk kita. Saat ini 80 persen masih di import dari luar negeri," papar Dadang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung, H.U. Rukmana, melaporkan Job Fair Bursa Kerja 2017 ini diikuti 56 perusahàn dan 3 lembaga tenaga kerja, berasal dari berbagai perusahaan dari Kabupaten Bandung dan luar Kabupaten Bandung. Mereka, yaitu 18 perusahaan tekstil, 6 perusahaan garmen, 8 industri lainnya, 6 perusahaan makanan dan minuman, 9 perusahaan jasa keuangan, dan 6 jasa tenaga kerja. Acara ini menyediakan 7.000 lowongan tenaga kerja untuk berbagai formasi jabatan, mulai strata SLTP sederajat sampai strata S1.* deddyra
