Wibawa News


  • 17 Desember 2017 | 12:43 WIB
  • 00022 Kali Dilihat

Gempa Tasikmalaya, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

 Gempa Tasikmalaya, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Warga membersihkan material reruntuhan bangunan rumah pasca gempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).* ant.

BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan bela sungkawa atas bencana gempa bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter di 6 Km arah Tenggara Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Aher mengimbau masyarakat agar tetap melalukan ativitas normal pasca gempa, namun tetap harus waspada.

Gempa yang berlangsung lebih dari 30 detik ini merupakan gempa berskala menengah yang terasa hingga ke sejumlah wilayah Pulau Jawa. Lima menit setelah gempa, sistem diseminasi BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selanjutnya, BMKG melakukan monitoring tsunami gauge di Pangandaran, Pamayang Sari, Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Tengah). Dari hasil monitoring di beberapa stasiun tsunami gauge yang dekat dengan pusat gempa menunjukkan tidak ada rekaman kenaikan muka air laut, sehingga BMKG melakukan Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami pada pukul 02.26 WIB atau sekitar 2 jam setelah gempa terjadi.

“Dikhawatirkan ada potensi tsunami, jadi masyarakat di Pangandaran, Cipatujah, dan di Pameungpeuk sudah siap-siap keluar rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi pada dua jam kemudian dinyatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Semalam masyarakat sudah bisa kembali lagi ke rumahnya dan pagi ini sudah bisa beraktivitas, tapi ingat harus tetap waspada,” unggap Aher saat ditemui di Bandung, Sabtu (16/12).

“Sejak pagi sudah mulai didata tentang kerusakan apa saja yang terjadi akibat musibah ini, terus sudah ada laporan dari Tasikmalaya, Pangadaran, Garut, Ciamis, dan sekitarnya. Ada kerusakan rumah, sekolah, pusat layanan masyarakat, perkantoran dan akan segera kita tangani,” katanya.

“Kalau dijumlahkan lumayan, ada 300-an rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Ada beberapa SMA/SMK, RSUD di Tasikmalaya juga retak-retak. Korban bencana kebanyakan luka-luka” sambung Aher.

Aher menambahkan, penanganan pacsa bencana yang dilakukan saat ini di antaranya dengan mengevakuasi warga serta melakukan mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi risiko bencana.

“Kalau yang rumahnya baik-baik saja, selesai dan aman walaupun masih ada trauma, sekarang kita data rumah yang rusak. Penanganannya, pertama menenangkan masyarakat, lalu kami akan melakukan mitigasi dan normalisasi pascabencana,” katanya.

“Insya Allah tertangani,” Aher meyakinkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari informasi pada sumber-sumber yang dapat dipercaya terkait perkembangan situasi pascagempa. 

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Dicky Saromi, mengatakan untuk keakuratan informasi, masyarakat diimbau mengakses informasi dari media yang kredibel dan media sosial BPBD, BMKG, dan BNPB. 

"Menyusul banyaknya berita hoaks yang beredar, kami menganjurkan masyarakat untuk mencari informasi perkembangan melalui (misal) twitter BPBD Jabar di @BPBDJabar," katanya. 

Data mutakhir dari BPBD Jabar per 16 Desember 2017, pukul 19.00 WIB mengenai Dampak Kerusakan Rumah dan Saran Akibat Kejadian Gempa Tasikmalaya 15 Desember 2017 di 8 kabupaten/kota di 76 kecamatan: Rumah Total : 668 unit; rusak ringan, 217 unit; rusak sedang, 291 unit; rusak berat, 160 unit. Sarana dan Prasarana; SD, 10 unit; SMP, 1 unit; SMA, 4 unit; masjid, 6 unit; kantor, 2 unit; PAUD, 1 unit, madrasah, 10 unit; aula, 1 unit; rumah sakit, 1 unit. . Korban; meninggal dunia, 1 orang; luka-luka, 6 orang; pengungsi, 200 orang (posko).

Dicky mengungkapkan posko pengungsi yang sudah dibangun baru di Kabupaten Ciamis sebagai yang terdampak paling parah.

"Kami juga mengirimkan kebutuhan logistik ke Ciamis, berupa makanan siap saji, tenda, family kit, kebutuhan anak. Ini terutama karena stok logistik di Ciamis sudah menipis," jelasnya. 

Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para petugas di lapangan dari BNPB dalam konteks kedaruratan. Sedangkan untuk rehabilitasi pascabencana, masih memerlukan waktu pengkajian lanjutan.* kf 

Berita Lainnya

  • Peristwa
    22 Desember 2017 | 00:03 WIB

    Kades Citalem Dikabarkan Laporkan Ketua BPD

    KBB, (WN.net) -- Musyawarah Desa (Musdes) Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, berbuntut panjang. Selain muncul mosi tidak percaya dari Forum Masyarakat kepada Kepala Desa Citalem, juga Ketua BPD ...

  • Peristwa
    05 Desember 2017 | 10:19 WIB

    Diresmikan, Tol Soroja Ternyata Belum Bisa Digunakan

    SOREANG, (WN.net) -- Setelah beberapa kali tertunda dari jadwal penyelesaian pembangunan,  proyek Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja), akhirnya tol anyar Kota Bandubg dan Soreang itu diresmikan Preaiden Republik Indonesia, Ir. Joko ...

  • Peristwa
    27 November 2017 | 09:37 WIB

    Aher: Kiprah Abah Tjetje Jadi Teladan

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Ketua DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Tjetje Soebrata, SH., MM., Minggu ...

  • Peristwa
    22 November 2017 | 22:02 WIB

    Jabar Terdepan Dalam Penanganan Lingkungan

    GARUT, (WN.net) -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, dan Bupati Garut, Rudy Gunawan, me-launching rehabilitasi hutan dan lahan di Daerah Aliran ...

  • Peristwa
    22 November 2017 | 19:58 WIB

    Cileunyi Wetan Terendam Banjir

    CILEUNYI, (WN.net) -- Musibah banjir kembali meredam ratusan rumah di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Banjir yang terjadi Rabu (22/11) ini antara lain melanda Kampung Jajawai, meliputi RW ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net