SOREANG (WN.net) -- Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan, mengungkapkan selain melakukan pemusnahan miras, pihaknya bersama-sama dengan jajaran TNI dan Pemkab Bandung telah mempersiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik lebaran.
“Kami telah siapkan 1.201 personil, TNI sudah menyiapkan 125 anggotanya, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan juga telah menyiapkan personil untuk pengamanan arus mudik dan balik jelang lebaran,” terang Kapolres saat Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 1440 H/2019 M di Dome Balerame dan Pemusnahan Barang Bukti Miras di Jalan Al Fathu Soreang, Selasa (28/5/2019).
Pasukan disiapkan selama 13 hari pengamanan dan akan ditempatkan di 26 pos. Ia juga menyebut ada dua pos yang bisa dijadikan rest area oleh para pemudik.
“26 pos pengamanan kami siapkan dari Ciwidey hingga Nagreg, dengan menempatkan pasukan gabungan setiap posnya. Pos-pos tersebut kami utamakan di jalur-jalur yang rawan kemacetan, kecelakaan, juga rawan bencana. Sebagai informasi bagi pemudik, ada dua pos yang bisa dijadikan rest area, yaitu Pos Cikaledong dan Pos Kawah Putih,” urai Indra Hermawan.
Dikarenakan libur panjang ada di awal sebelum lebaran, maka kemungkinan tidak akan terjadi puncak kemacetan pada arus mudik. Namun tidak demikian menurut Indra pada arus balik.
“Diperkirakan kemacetan tahun ini menurun karena perbaikan infrastruktur jalan. Rambu-rambu, marka, penerangan jalan umum, dan jalan rusak sudah diperbaiki. Kemungkinan besar tidak ada puncak arus mudik, hanya untuk arus balik diperkirakan terjadi pada H + 3 lebaran,” pungkas Indra.* deddyra
