SOREANG, (WN.net) -- Dalam pengamanan arus mudik lebaran, Idul Fitri 1440 H, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menerjunkan sedikitnya 300 personil terdiri atas petugas lapangan sebanyak 250 personil dan petugas di terminal sebanyak 50 personil.
"Petugas didelegasikan di jalur lintasan dan destinasi di wilayah Kabupaten Bandung, karena Kabupaten Bandung selain lintasan, menjadi destinasi pemudik," papar Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, saat Ngawangkong Bari Ngabuburit yang digelar Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkab Bandung, di Taman Sabilulungan, Jalan Al Fathu, Soreang, Rabu (29/5/2019). Selain menerjunkan personil pengamanan, dalam lebaran tahun ini Dishub menyediakan armada mudik gratis.
Ratusan petugas Dihub tersebut, tutur Zeis, akan melakukan pengamanan di jalur mudik di wilayah Kabupaten Bandung, yaitu jalur lintasan Bandung-Nagreg yang merupakan lintasan utama dan menjadi titik pantau nasional.
"Jalur ini sudah ditinjau tadi pagi oleh empat menteri. Di jalur ini sudah disiagakan posko utama, posko kesehatan," ujarnya.
Jalur lintasan mudik tetutama di jalur Bandung-Nagreg secara fisik, aku Zeis, sudah mantap. "Arus mudik yang melewati jalur ini puncaknya diperkirakan mulai lusa dan hasil cek Pak Menteri ke posko induk dan cek tensi darah, mereka sudah merasa puas," ujar Zeis.
Dalam pengamanan arus musik tersebut, Dishub juga menyediakan ramp check, yaitu untuk pemutus, penguji kendaraan yang secara mobile disediakan tiga kendaraan ramp check, untuk menguji kelaikan kendaraan di jalur mudik, guna mengantisipasi kecelakaan kendaraan.
"Kita ketahui bahwa dalam arus lalu-lintas kendaraan ini didominasi perusahaan pribadi dan bus, dulu sering dengar sering terjadi kecelakaan saat mudik lebaran, kita antisipasi melalui ramp check, pengujian petugas di lapangan dibantu kepolosian kerjasama dengan kita untuk melakukan pengecekan," tutur Zeis.
Bila kendaraan itu tidak sesuai, ucap Zeis, maka akan ditilang oleh kepolisian dan petugas Dishub akan menilang bila ada pelanggran. Misalkan bila tidak ada kir dan lainnya. Kemudian bila kendaraan tidak layak akan dihentikan dan penumpangnya akan diturunkan untuk dialihkan ke moda angkutan lain.
Selain itu, papar Zeis, ada jalur ranjau yang direkomendasikan, yaitu jalur Kamojang, meski jalur ini dari segi geometrik belum begitu layak untuk jalur lintasan mudik, karena kondisi yang tidak memungkinkan, terutama mengenai tanjakan yang curam dan jarak pandang, sehingga rawan kecelekaan.
"Seperti karena terlalu nanjak, banyak kendaraan yang tidak kuat, tapi faktanya jalur ini diminati masyarakat. Karena itu kita siapkan posko dan petugas dibantu petugas kepolisian untuk keselamatan dan kenyamanan dari pemudik,” tuturnya.
Jalur Lintasan Wisata
Untuk pengamanan untuk jalur lintasan wisata yang favorit di Ciwidey, Dishub menyiagakan dan mengonsentrasikan pada hari H. Di lintasan ini disiagakan posko dan ramp check di sekitar Tol Soroja, karena jalur Ciwidey juga cukup rawan.
Dishub sendiri menyiapkan 13 unit posko kesehatan, disebar di beberapa titik lintasan mudik Utara-Selatan wilayah Kabupaten Bandung, bergabung dengan kesehatan. Sedangkan untuk ramp check disiagakan di dua titik, yaitu di Cileunyi dan Tol Soroja, serta disiapkan mobil derek.
"Untuk tahun ini disiapkan juga bus pengganti untuk mengganti kendaraan yang tidak laik jalan. Untuk pengamanan mudik ini kita punya jargon ‘sasalaman’, yaitu sabilulungan selamat lancar aman tur nyaman, sebagai pedoman pelayanan publik dan kelaikan kendaraan," ucap Zeis.
Selain menyediakan satu uni bus pengganti tiap hari, untuk kelaikan kendaraan pihak Dishub melakukan jemput bola ke seluruh full kendaraan yang ada di Kabupaten Bandung.
"Seluruhnya ada 10 full bus yang diperiksa dan kondisinya laik kita tempel stiker. 10 full bus ini cukup laik, ada 99 unit bus dinyatakan layak dan 11 bus atau 10 % tidak layak. Pengecekan ini tidak hanya menjelang lebaran, tapi dilakuakan setiap hari.
Pada lebaran ini Dishub juga menyediakan mudik gratis tujuan Solo dan Semarang. Mudik gratis ini akan diberangkatkan 2 Juni nanti di halaman Sabilulungan. Untuk mudik gratis ini disediakan tujuh bus besar, sedang, dan elf, untuk 280 pemudik.
"Peminat banyak sekali, sehingga dibatasi 280 pemudik yang kita fasilitasi untuk mudik gratis ini," imbuh Zaeis.* deddyra
