BANDUNG, (WN.net) -- DPRD Jawa Barat meminta Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jabar terus memantau pengerjaan venue pertandingan. Hal ini harus menjadi perhatian, mengingat masih adanya sejumlah venue yang belum tuntas pengerjaannya.
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Ali Hasan, mengatakan baru-baru ini pihaknya mengunjungi sejumlah venue PON. Sebagai contoh, menurutnya kondisi GOR di Jalan Jakarta, Bandung, sangat memprihatinkan.
Ali menyebut, perbaikan venue untuk pertandingan bulutangkis dan tarung drajat ini terbengkalai.
"Saya prihatin terhadap kondisi GOR Jalan Jakarta ini, karena sampai saat ini tidak ada kegiatan pembangunan dan kayak terlantar. Ada apa ini kok enggak ada perbaikan lagi," kata Ali saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (3/4).
Oleh karena itu, kata Ali, Komisi IV mendesak PB PON mencari tempat alternatif lain untuk pertandingan bulutangkis dan tarung drajat.
"PON ini sudah semakin mendesak," katanya.
Menurut Ali, perbaikan dibangun tersebut hanya sampai tahap pertama.
"Tetapi untuk tahap ke dua, sampai hari ini tidak ada kegiatan sama sekali dan gedungnya
pun terkunci," katanya.
Parahnya lagi, lanjut Ali, kegiatan perbaikan ini sudah terhenti dari sejak 2-3 bulan lalu.
"Sampai sekarang ini tidak ada yang kerja sama sekali," jelas Ali.
Ali pun meminta Pemerintah Kota Bandung bertanggung jawab dan melakukan langkah-langkah percepatan perbaikan GOR tersebut, sebab tanggung jawab dan kewenangan pengerjaannya berada di Pemkot Bandung.
"Wali Kota Bandung Ridwan Kamil harus bertanggung jawab untuk menyelesaikannya segera. Pertanyaannya, apa itu bisa diselesaikan cepat, karena waktunya sangat mepet," paparnya.
Ali kembali menegaskan, terbengkalainya pengerjaan venue tersebut mengancam lancarnya ajang PON. Bahkan, menurutnya, akan berpengaruh terhadap citra Jabar di tingkat nasional.
Ali pun berharap, terbengkalainya perbaikan venue PON ini tidak dilandasi oleh faktor lain seperti politik.
"Kenapa GOR itu enggak diselesaikan? Kalau sampai sekarang enggak selesai, berarti gagal dong PON-nya. Bagaimana tangung jawab Wali Kota?" tanyanya. * ajat dw
