BANDUNG, (WN.net) -- Belum tuntasnya persoalan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat ini membuat kalangan DPRD Jawa Barat bereaksi. Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Gatot Tjahyono, mengatakan dirinya prihatin terhadap kondisi tersebut.
Gatot merasa khawatir nasib GBLA akan seperti Wisma Atlet Hambalang di Bogor, sebab stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung dan umumnya Jabar ini sudah lama terbengkalai.
Gatot menilai, keberadaan stadion ini seharusnya sudah dalam tahap perbaikan oleh Pemerintah Kota Bandung, sebab berdasarkan pemeriksaan kontruksi yang dilakukan tim dari Bareskim Polri dan tenaga ahli, telah keluar keputusan agar stadion tersebut segera diperbaiki.
"Dari hasil pemeriksaan MC 0, ternyata memang harus ada perbaikan. Ini seharusnya segera dilakukan oleh Pemkot Bandung," kata Gatot saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (3/1).
Gatot menuturkan, sebetulnya perbaikan ini menjadi tanggung jawab Pemkot Bandung melalui kontraktornya yang melaksanakan pembangunan GBLA. Pasalnya, dalam perjanjian kontrak, perbaikan stadion ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Selain itu, pada komitmen tersebut ditetapkan selama lima bulan waktu untuk pengerjaan perbaikan. Waktu ini dinilai cukup untuk merenovasi kembali GBLA ini dan bisa dijadikan lokasi pembukaan Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 September mendatang.
"Renovasi tidak perlu melakukan lelang lagi, karena masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Jadi saya inginya kalau memang sudah ada keputusan untuk diperbaiki, ya lakukan dengan segera, jangan dibiarkan terbengkalai seperti wisma atlet Hambalang begitu," katanya.
Kata Gatot, proses hukum tetap harus berjalan karena tidak akan mengganggu proses yang sedang dilakukan aparat penegak hukum. Terlebih, dalam perbaikan ini tidak akan ada kaitannya dengan penyidikan yang sedang dilakukan Mabes Polri.
Selain itu, keinginan percepatan renovasi ini mutlak harus dilakukan mengingat GBLA sudah menelan anggaran Rp 600 miliar, sehingga ini harus segera dieksekusi oleh Pemkot Bandung melalui kontraktornya.
"Jadi wajar dong kalau pembukaan PON XIX/2016 ini di ibu kota provinsi karena GBLA merupakan kebanggan masyarakat Jabar," pungkasnya. * ajat dw
