SOREANG, (WN.net) -- Sebanyak 159 atlet pencak silat ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Penca Silat Bupati Cup. Kejuaraan Pencak Silat ini dibuka Bupati Bandung H, Dadang M. Naser, berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) KONI Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (1/6).
Menurut Ketua Pengurus Cabang Ikatan Penca Silat Seluruh Indonesia (Pengcab-IPSI) Kabupaten Bandung, Kompol Drs. H. Sumintha MH., kejuaraan pencak silat tingkat Kabupaten Bandung ini diikuti oleh 111 peserta pria dan 48 peserta wanita dari 50 paguron di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Sedangkan yang dipertandingkan sebanyak 15 kelas; remaja dan dewasa, usia 15 tahun ke atas.
"Kejuaraan ini untuk bahan evaluasi dan pembinaan secara rutin setiap tahun," ujar Sumintha kepada wartawan usai pembukaan.
Suminta mengatakan, kejuaraan ini juga ajang mencari bibit tim inti untuk dipersiapkan ke BK Porda, untuk babak kualifikasi 2017 dan ajang Porda 2018 di Bogor.
Masuk Atlet PON
Bupati Bandung, H. Dadang Naser, mengatakan kejuaraan pencak silat tersebut sebagai bahan evaluasi dan apresiasi terhadap paguron yang ada di Kabupaten Bandung.
"Ini sebagai tandingnya, lebih pada boddy contack. Pencak silat merupakan ajang prestasi hingga tingkat dunia. Namun tingkat dunia kita sedikit ketinggalan dari Vietnam, karena itu dievaluasi," kata Dadang M. Naser.
Menurut Dadang Naser, pencak silat dari Kabupaten Bandung telah banyak melahirkan atlet yang berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Untuk ajang PON 2016, Kabupaten Bandung terpilih satu orang, khusus cabang pencak silat.
"Selain pencak silat, ada sejumlah cabang olahraga yang ikut dalam PON 2016, seperti bulu tangkis, angkat besi, bina raga, dan atlet menembak. Kita juga menyediakan bonus bagi atlet PON nanti," katanya.
Jurus-jurus pencak silat Indonesia, kata Dadang Naser, secara terbuka diajarkan di tingkat dunia. "Mereka tertarik silat Indonesia. Prestasi ini harus dipelihara secara baik, baik fasilitasnya, pola latihannya, schedule-nya harus lebih baik lagi dilakukan oleh paguron yang ada," ujar Dadang.
Pemkab sendiri, katanya, selalu melakukan pembinaan terhadap atlet pencak silat, termasuk paguronnya melalui KONI.
"Termasuk penyaluran angggarannya. Kalau anggarannya kurang, tinggal bilang ke bupati. Nanti diatur dari mana posnya," katanya.
Kaitan padepokan pencak silat, menurut Dadang, pemkab akan menempatkan padepokan di Gedung Budaya Sabilulungan, atau di Kampung Sunda yang berlokasi di sekitar GBS. Kampung Sunda ini kini sedang dibuatkan grand desainnya.
"Di Kampung Sunda ini nanti ada danau, sawah abadi, ada taman paguron atau padepokan, ada nilai budayanya," imbuh Dadang. * deddyra
