BANDUNG, (WN.net) – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI F. H. B. Soelistyo, mengatakan bahwa pihaknya akan siap membatu pelaksanaan PON XIX/2016 di Jabar. Basarnas juga akan melibatkan anggota Basarnas dari berbagai daerah lainnya di Indonesia.
"Kantor SAR Bandung sudah siap semuanya, tapi nanti kekuatan yang dilibatkan tidak hanya kekuatan Kantor SAR Bandung kita juga siapkan tambahan dari Pusat, Kantor SAR Yogyakarta, Jakarta, sama Semarang," kata Soelistyo, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Search and Rescue (SAR) se-Jabar yang digelar oleh Kantor SAR Bandung di Hotel Grandia, Jl. Cihampelas No. 80, Kota Bandung, Kamis (25/8).
Basarnas Jabar juga akan menyediakan helikopter untuk antisipasi evakuasi medis jika diperlukan selama PON berlangsung, serta akan pula menerjunkan para anggotanya untuk membantu pihak kepolisian.
"Pemerintah Daerah Jabar sudah menyerahkan sepenuhnya kepada kita untuk mengoordinasi masalah yang terkait evakuasi medis dan sebagainya," jelas Soelistyo.
Pada acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, menyatakan Jabar merupakan salah satu wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya dari pemerintah untuk mengurangi dampak risiko yang bisa ditimbulkan dari bencana melalui perencanaan, keterpaduan, dan koordinasi secara menyeluruh dari seluruh aparat pemerintah serta peran serta masyarakat.
Dia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar terus berkomitmen untuk memprioritaskan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) melalui upaya meminimalisiasi risiko bencana pada tahapan prabencana, saat bencana, sampai tahap pascabencana.
"Pemerintah telah berkomitmen untuk memprioritaskan PRB melalui upaya meminimalisasi dampak risiko yang ditimbulkan untuk dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh, yakni pada tahap prabencana, saat bencana, sampai dengan tahap pasca bencana," ujar Wagub dalam rakor tersebut.
Lebih lanjut dia juga menjelaskan bahwa hal tersebut penting, mengingat secara geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologis karakter wilayah Jabar yang rawan terhadap bencana. Karakteristik wilayah Jabar di antaranya wilayah Utara merupakan daerah dataran rendah, wilayah tengah dan Selatan merupakan dataran pegunungan yang memanjang dari Barat ke arah Timur, kemudian wilayah Jabar juga berada di atas lempengan bumi yang memanjang dari Pulau Sumatera hingga pulau Jawa, sehingga Jabar secara ilmiah diprediksi dan sangat mungkin menjadi daerah yang rawan dengan bencana.
Secara faktual, Jabar juga memiliki tujuh gunung api aktif, 40 daerah aliran sungai, serta wilayah Selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang memiliki potensi gempa dan tsunami, longsor, banjir, serta angin puting beliung.
Wagub pun berharap melalui momentum Rakor dan Pelatihan SAR tersebut bisa menumbuhkan budaya SAR kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami dan mengerti serta bisa berperan aktif sebagai potensi SAR dalam membantu operasional SAR, memperkuat strategi maupun pelaksanaan untuk meminimalisasi terjadinya bencana di Jabar, termasuk di dalamnya upaya pencegahan dan pengurangan risiko dampak bencana di wilayah Jabar.
Senada dengan Wagub, Kepala Basarnas, Soelistyo, mengharapkan melalui rakor tersebut para peserta bisa menjadi embrio untuk menyosialisasikan pentingnya SAR dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Ego sektoral juga mesti dikesampingkan dalam menghadapi masalah kebencanaan, karena menurut Soelistyo kebersamaan atau kekuatan gotong-royong bisa meningkatkan rasa kemanusiaan serta koordinasi dengan bebagai pihak dalam menghadapi potensi regional bencana.
"Kunci sukes kita bisa menghadapi potensi atau peluang musibah atau bencana yang dikatakan oleh Pak Wagub adalah sebenarnya hanya satu, yaitu rasa keikhlasan kita untuk bersama-sama kita turun melakukan kegiatan-kegiatan kebencanaan dengan tulus tanpa kepentingan yang lain termasuk dalam kegiatan kemanusiaan," papar Soelistyo. * ajat dw
