BANDUNG, (WN.net) -- Penggagas Petisi Online Musyawarah Nasional Luar Biasa Munaslub Partai Golkar, Aat Safaat Hodijat, mengatakan Munaslub Parta Golkar harus segera dilakukan agar marwah partai, terkait bermasalahnya Ketua Umum, bisa secepatnya terselesaikan secara baik.
“Kalau bisa, Munaslub bergulir bulan Desember 2017, besok. Petisi untuk mendesak terselenggaranya Munaslub sudah dibuat sejak beberapa hari lalu dan sampai hari ini sudah 15 ribu orang yang menyetujuinya," kata Aat yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Golkar Kota Bandung, saat jumpa wartawan di Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa (28/11).
Aat Safaat tidak pasang target berapa jumlah warga masyarakat yang akan dijaringnya lewat petisi online tersebut. Harapannya bisa sebanyak-banyaknya, sebab tujuan dari bergulirnya desakan ini hanya untuk menjaga marwah partai seiring dengan jadi tersangkanya Ketua Umum Partai Golkar.
"Berapa pun boleh, 100 ribu, satu juta, lebih baik. Tujuannya agar pemimpin di pusat mengetahui ada desakan munaslub di akar rumput, agar marwah partai terjaga," jelasnya.
Marwah partai yang dimaksud Aat adalah agar elektabilitas Partai Golkar bisa terus terjaga, tidak hancur seiring bertahannya seorang pesakitan di jajaran petinggi partai.
"Elektabilitas partai dalam pemilihan legislatif 2014 lalu mencapai 14,7 persen atau 18,4 juta pemilih. Jangan sampai anjlok. Kalau perlu harus menjadi nomor satu, jangan bertahan di posisi kedua seperti saat ini," jelasnya.
Dengan bergulirnya Munaslub, dan terpilihnya pimpinan baru di partai, Aat berharap elektabilitas partai bisa terdongkrak kembali. Kalau perlu, elektabilitasnya naik dari posisi ke dua menjadi posisi pertama mengungguli PDIP yang elektabilitasnya sesuai Pileg 2014, 18,9 persen atau dengan 23,6 juta pemilih.
"Itu harapan semua, warga yang telah menyetujui diselenggarakannya Munaslub," terang Aat.
Warga pendukung petisi online, tambah Aat, tidak bisa membayangkan kalau elektabilitas atau jumlah pemilih partai merosot drastis.
Ditanya hasil dari petisi online mempertanyakan kebijakan partai mendorong orang luar partai menjadi kandidat gubernur --mendukung Ridwan Kamil jadi Balon Gubernur Partai Golkar--, Aat mengatakan itu sudah berakhir.
"Itu sudah selesai. Saat ini yang sedang bergulir adalah petisi online lanjutan mendesak munaslub," ungkapnya.
Harapan Aat, munaslub bisa cepat terwujud karena waktunya sudah sangat pendek, mengejar waktu sebelum bergulirnya tahapan pendaftaran bakal calon Walikota/Bupati/Gubernur di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak 2018.
"Kalau bisa Desember, Munaslub sudah bisa terselenggara. Tidak lama lagi pendaftaran bakal calon pimpinan wilayah akan segera bergulir," katanya. * kf
