SOREANG, (WN.net) -- Menjelang pertandingan babak penyisihan cabang sepak bola Asian Games XVIII, Rabu (25/7), venue Si Jalak Harupat yang berlokasi di Desa Kopo, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, mulai disterilkan.
"Hari ini lapangan mulai disterisasikan menjelang pertandingan babak penyisihan Asian Games nanti," kata Kepala UPT Sarana Olah Raga (SOR) Stadion Si Jalak Harupat, R. Mulyana GP, M.Si, di Sekretatiat UPT SOR Jalak Harupat, Rabu (25/7).
Sterilisasi dilakukan, tutur Mulyana, guna menjaga hal-hal yang tidak diharapkan terhadap kondisi lapangan, terutama kerusakan lapangan sebelum diserahterimakan kepada pihak panitia pelaksana Inasgoc Asian Games 2018.
Seterilisasi meliputi pengamanan lapangan dan fasilitas pendukung lainya, sehingga keadaan lapangan terjaga hingga pertandingan dimualai. Sejak Rabu, stadion Si Jalak Harupat dijaga ketat pihak keamanan stadion. Masyrakat umum tidak diperkenankan masuk ke areal stadion.
Sejak beberapa bulan terkhir venue Jalak Harupat dalam renovasi subkontraktor PT. Rhino yang langsung situnjuk pihak Kementrian PU PR. Renovasi seperti pergantian rumput, ruang ganti, perbaikan tribun, lampu, dan kelengakapan fasilitas pendukung lainnya. Saat ini renovasi venue yang menghabiskan anggaran sekitar Rp37 miliar itu telah selesai 100 persen.
"Tinggal penyerahan, karena rencana penyerahan pada Sabtu kemarin batal dilaksanakan," kata Mulyana.
Mulyana mengatakan, jadwal pertandingan babak penyisihan cabang sepak bola kemungkinan dipajukan pada 10 Agustus, mengingat ada penambahan dua tim negara peserta Asian Games yang akan bertanding.
"Tetapi sampai saat ini belum ada kepastian, saya mengikuti beberapa kali rapat di Jakarta masih ada beberapa perubahan," ujarnya.
Mengenai penggunanaan venue untuk pesta olahraga bangsa-bangsa Asia ini, menurut Mulyana, itu benar-benar gratis, tidak ada retribusi dari Inasgoc untuk Pemda Kabupaten Bandung.
"Tidak seperti halnya bila Persib atau klub lain yang main di Jalak Harupat, itu ada retribusi, kalau untuk Asian Games benar-benar tidak retribusi, ya ini demi kenegaraan," papar Mulyana.* deddyra
